Polemik Seleksi Paskibra Kecamatan Jati Agung, Camat Bungkam Soal Rekomendasi


JATI AGUNG — Seleksi Pasukan Pengibar Bendera  (Paskibra) se-Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, menuai polemik. Panitia seleksi sebelumnya mengklaim seluruh tahapan tahun 2026 telah dilaksanakan sesuai petunjuk teknis dan mengantongi rekomendasi camat. Rabu ( 29/04/26)


Namun, setelah dikonfirmasi awak media melalui telepon WhatsApp Rizwan Efendi selaku  Camat Jati Agung  terkait kebenaran rekomendasi tersebut, tidak ada respons hingga berita ini diturunkan.



Kepsek: Undangan Tak Merata, Hanya Satu Sekolah Lolos


Sorotan muncul dari salah satu kepala sekolah di Kecamatan Jati Agung. 


Ia menyebut panitia hanya menunjuk salah satu sekolah, padahal undangan seleksi seharusnya terbuka untuk seluruh SMA/SMK  se-Kecamatan Jati Agung sesuai mekanisme.


“Pihak panitia seleksi Paskibra hanya menunjuk salah satu sekolah, sedangkan seharusnya undangan untuk seleksi tersebut untuk se-Kecamatan Jati Agung tingkat SMA/SMK ,” ujar kepala sekolah yang enggan disebutkan namanya.


Salah satu Kepala sekolah saat ditemui awak media,  mengatakan ; undangan itu sudah disampaikan ke Kecamatan Jatiagung oleh pihak Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten  Lampung Selatan, dan  seharusnya  sudah sampai ke SMA/SMK  se-Kecamatan Jati Agung.


“Kenapa undangan sudah sampai ke Kecamatan Jatiagung tetapi tidak diteruskan atau diberitahukan ke sekolah SMA/SMK  se-Kecamatan Jati Agung, tapi mengapa hanya satu sekolah saja yang yang diundang untuk  siswanya menjadi wakil Paskibra  Kecamatan Jati Agung,” ungkap nya


" Pihak Kesbangpol Lampung Selatan pun  sudah mengatakan bahwa rapat persiapan sebelum seleksi sudah diberitahukan, serta surat rekomendasi juga sudah ditangan camat , jadi pihak Kesbangpol telah melakukan sesuai juknisnya," terang salah satu kepsek SMA di Jatiagung di ruang kerjanya, selasa (28 April 2026)


Ia pun sangat menyesali tindakan Camat Jatiagung yang tidak melakukan secara mekanisme ,kenapa hanya satu sekolah saja yang diberi rekomendasi untuk seleksi ke tingkat kabupaten .


"Saya berharap seleksi pemelihan siswa/siswi SMA/SMK tingkat kabupaten bisa di ulang kembali, karena menurut saya ini merugikan buat siswa/siswi saya yang ingin ikut seleksi paskibra ditingkat kabupaten, agar anak didik saya  bisa menunjukan membawa nama harum sekolahnya, hingga bisa di tingkat nasional, menang atau kalah itu sudah biasa, tetapi ini sama saja kalah sebelum bertanding," tegas kepsek kepada awak media


Seleksi Paskibraka tingkat kecamatan merupakan tahapan awal sebelum peserta terbaik dikirim ke seleksi kabupaten, harus  Sesuai juknis, peserta wajib memenuhi syarat tinggi badan, kesehatan, akademik, serta mendapat rekomendasi dari sekolah dan pemerintah kecamatan.


Panitia tetap  optimistis proses seleksi di Jati Agung berjalan transparan dan akuntabel, akan. tetapi ini bertolak belakang  dengan hasil pelaksanaan tehnik di lapangan,  Hasil seleksi nantinya akan diumumkan resmi oleh pihak kecamatan bersama Purna Paskibraka Indonesia (PPI)...(Red/Tim)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama